Agama diturunkan ke dunia oleh Sang Hyang Widhi untuk menuntun umat manusia agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia maupun didalam rokhani.Untuk mencapai tujuan agama Hindu menuju Jagadhita dan Moksha.
Dalam Kitab Brahma Purana 228,45, disebutkan sebagai berikut :Dharma artha kama mokshanam Sariram sadhanam
Artinya : Tubuh adalah merupakan alat untuk mendapatkan Dharma, artha ,Kama
Dan Moksha
Kenyataannya benar Tubuh adalah alat,tubuh adalah wujud kehendak Sang Hyang Widhi yang tampak didunia , agar Sang Atma ( Pangeran dalam tubuh kita ) dapat menyelesaikan masalahnya dengan sarana tubuh kita melakukan kebajikan(Dharma), mencari sarana (artha), menuju keinginan yang luhur(kama) dalam proses menuju kesempurnaan kembali kepadaNya ( Moksha ).
Kita ketahui dan kita sadari bahwa kenyataannya tubuh kita, keberadaan kita antara satu dengan yang lainnya berbeda,mempunyai profesi/kemampuannya tidak sama ,latar belakang ekonomi, pendidikan dll.( CATUR WARNA ) Semuanya tidak sama. Tentu semuanya itu bukan semata – mata karena keturunan. Namun jauh disana apabila kita mau merenungkan dan menyadari betul , semua keberadaan kita ,Warna yang beda adalah karena ditentukan guna dan karma .Guna adalah sifat, bakat dan pembawaan seseorang sedangkan Karma artinya perbuatan atau pekerjaan .Guna dan Karma inilah yang menentukan warna hidup seseorang sehingga berbeda.Perbedaan yang ada bukan merupakan dasar untuk melakukan pemisahan dalam segala aktifitas kita dalam kehidupan ini ,menjadikan kelompok yang eklusif atau sebaliknya, dll. Namun alangkah bahagianya kita bila dapat bekerja sesuai dengan sifat, bakat dan pembawaan/kemampuannya. Ibarat orang bekerja mendapatkan jabatan bukan semata – mata kita peroleh karena keturunan , semuanya karena skil/kemampuan/keahlianya yang mereka miliki, dll.
Bhagawadgita IV.13 , menyebutkan
Caturvarnyah maya srstam
Gunakarmavibhagasah
Tasya kartaram api mamm
Viddhy akartaram avyayam
Artinya : Catur Warna kuciptakan menurut pembagian dari guna dan karma( sifat dan pekerjaan). Meskipun aku sebagai penciptanya, ketahuilah aku mengatasi gerak dan perubahan.
Bhagawadgita XVII ,41, menyebutkan juga
Brahmanaksatriavisam
Sudranam ca paramtapa
Swabhavaprabhavair gunaih
Artinya : O Arjuna, tugas – tugas adalah terbagi menurut sifat, watak kelahirannya sebagaimana halnya Brahmana, Ksatrya, Waisya dan juga Sudra.
Semuanya jelas ....,perbedaan/warna bukan kemauan kita untuk menjadi beda,tapi kenyataan yang kita terima dengan penuh kesadaran dan ketulusan hati yang paling dalam.bahwa perbedaan/warna merupakan wujud bahwa diri kita/tubuh kita adalah makluk yang tidak sempurna, penuh dengan keterbatasan, perbedaan warna itu menandakan fungsi – fungsi itu sama penting maka perbedaan itu harus disatukan agar menjadi sempurna adanya .
Dalam hak mempelajari Weda dan mengamalkannya Keempat Warna ini memiliki hak yang sama. Hal ini ditegaskan dalam kitab suci “Yajur Weda ke XXV,2 sebagai berikut :
Yatenam cvcam kalyanim Dalam hak mempelajari Weda dan mengamalkannya Keempat Warna ini memiliki hak yang sama. Hal ini ditegaskan dalam kitab suci “Yajur Weda ke XXV,2 sebagai berikut :
Avadani janebhyah
Brahma rajanyabhyah
Cudraya caryaya ca
Svaya caravaya ca
Artinya : Biar Kunyatakan disini kata suci ini, kepada orang – orang banyak kepada kaum Brahmana, kaum Ksatrya, kaum Waisya, Kaum Sudra dan bahkan kepada orang - orangKu dan kepada mereka ( orang – orang asing ) sekalipun .
Kata suci yang dimaksud kalam kata ini adalah Weda Sruti yang boleh dipelajari oleh keempat Golongan ( Bramana,Ksatrya,Waisya dan Sudra)atau apapun golongannya, Jadi, Yajur Weda memberikan penjelasan bahwa kedudukan masing – masing warna dan dalam Catur Wrana dalam mempelajari Weda adalah sama, tidak ada satu golonganpun yang ditinggalkan.
Dalam Rg.Weda Mandala X . lahirnya Catur Warna ini diuraikan secara Mitologis. Bahwa Warna Brahmana diceritakan lahir dari mulut Dewa Brahma,Ksatrya dari tangannya, Waisya dari perutnya sedangkan Sudra dari kakinya. Mitologi Rg Weda ini melukiskan bahwa semua warna adalah ciptaan Tuhan Sang Hyang Widhi dengan fungsi yang berbeda-beda.
Keterangan ini dipertegas dalam Kitab suci Manawa Dharmasastra I, 87 sebagai berikut :
Sarwasya sya tu sargasya
Guptyartham sa mahadyutihDalam Rg.Weda Mandala X . lahirnya Catur Warna ini diuraikan secara Mitologis. Bahwa Warna Brahmana diceritakan lahir dari mulut Dewa Brahma,Ksatrya dari tangannya, Waisya dari perutnya sedangkan Sudra dari kakinya. Mitologi Rg Weda ini melukiskan bahwa semua warna adalah ciptaan Tuhan Sang Hyang Widhi dengan fungsi yang berbeda-beda.
Keterangan ini dipertegas dalam Kitab suci Manawa Dharmasastra I, 87 sebagai berikut :
Sarwasya sya tu sargasya
Mukha bahu rupajanam
Prthak karmanya kalpayat
Artinya : Untuk melindungi alam ini , Tuhan Yang Maha Cemerlang menentukan
Kwajiban yang berlainan terhadap mereka yang lahir dari mulutnya, dari
Tangannya,dari pahanya dan dari kakinya.
Kwajiban yang berlainan terhadap mereka yang lahir dari mulutnya, dari
Tangannya,dari pahanya dan dari kakinya.
Jelas di sini yang dimaksud lahir dari mulut, tangan, paha dan dari kaki tiada lain adalah Brahmana, Ksatrya,Waisya dan Sudra. Keempat Warna ini justru dibeda – bedakan fungsinya agar masyarakat dan dunia terlindung dari kehancuran . Ini menandakan fungsi – fungsi itu semua penting dalam memperoleh harkat dan martabatnya .
O...O, Sangat jelas banget ... ! ternyata kita berasal dari yang satu, leluhur yang satu, Tuhan yang satu ... meskipun kita beda adanya.. ! mengapa ini menjadi jurang pemisah ? apakah ini tanda – tanda kehancuran alam ( Khususnya Hindu )?
Saya juga tidak tahu .... atau kita tanyakan kepada yang sok tahu .... ! yang suka membikin beda , bahkan persembahan beda rupa, warna dipermasalahkan
Meskipun hanya permohonan ...., mari kita sadari ini dan merubah sikap ..!
Saya juga tidak tahu .... atau kita tanyakan kepada yang sok tahu .... ! yang suka membikin beda , bahkan persembahan beda rupa, warna dipermasalahkan
Meskipun hanya permohonan ...., mari kita sadari ini dan merubah sikap ..!
Seperti dikatakan dalam Manawa Dharmasastra diatas untuk melindungi alam ini
Sang Hyang Widhi telah menentukan kwajiban kita yang berlainan .
Kita tahu yang dimaksud alam ini adalah baik yang berupa Bhuana Agung(Makrocosmos) maupun Bhuana alit/Mikrocosmos/tubuh kita . Jadi Catur warna ditentukan untuk melindungi tubuh kita , kesempurnaan tubuh kita , sebagai wujud pelayanan yang universal, pelayanan kepada Sang Pangeran (Atman) dalam proses menuju kesempurnaan .
Catur Warna merupakan satu kesatuan yang utuh , tak dapat dipisah – pisahkan antara satu dengan yang lain. Ibarat manusia secara umum dikatakan sempurna apabila unsur kepala , tangan, perut dan kaki ada, bagaimana apabila salah satu tidak ada/tidak berfungsi ( contoh tangan tidak ada ) maka dikatakan cacat atau tidak sempurna.
Umat Hindu harus mempunyai pemahaman tentag Catur Warna yang utuh / sempurna, pengertian satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisah – pisahkan, pemahaman yang salah maka pengetrapannya juga salah dan akibatnya ,kita lihat bersama sekarang, tidak hanya menghabat perkembangan agama Hindu tapi lebih jauh bukan tidak mugkin akan membawa kehancuran.
Pemahaman Weda yang kurang benar,dan mengetrapan yang tidak benar , ini juga telah dimanfaat oleh pihak – pihak lain yang tidak menghendaki Kejayaan Hindu bakit kembali.Sang Hyang Widhi telah menentukan kwajiban kita yang berlainan .
Kita tahu yang dimaksud alam ini adalah baik yang berupa Bhuana Agung(Makrocosmos) maupun Bhuana alit/Mikrocosmos/tubuh kita . Jadi Catur warna ditentukan untuk melindungi tubuh kita , kesempurnaan tubuh kita , sebagai wujud pelayanan yang universal, pelayanan kepada Sang Pangeran (Atman) dalam proses menuju kesempurnaan .
Catur Warna merupakan satu kesatuan yang utuh , tak dapat dipisah – pisahkan antara satu dengan yang lain. Ibarat manusia secara umum dikatakan sempurna apabila unsur kepala , tangan, perut dan kaki ada, bagaimana apabila salah satu tidak ada/tidak berfungsi ( contoh tangan tidak ada ) maka dikatakan cacat atau tidak sempurna.
Umat Hindu harus mempunyai pemahaman tentag Catur Warna yang utuh / sempurna, pengertian satu dengan yang lainnya tidak dapat dipisah – pisahkan, pemahaman yang salah maka pengetrapannya juga salah dan akibatnya ,kita lihat bersama sekarang, tidak hanya menghabat perkembangan agama Hindu tapi lebih jauh bukan tidak mugkin akan membawa kehancuran.
Sementara ada beberapa kegiatan orang – orang Hindu hanya senang menjadi Tontonan orang lain,setelah itu para penonton bertepuk tangan dan meninggalkan kita karena kita lupa dengan tuntunan ( Weda ) ,hanya suka memberi Tontonan yang tidak mendasar pada Tuntunan ( Weda ).
Mari kita meneladani , bukan siapa – siapa yang kita teladani, bukan orang lain, diri kita sendiri . Mungkin sudah lama atau kita bertanya sudah berapa usia kita,kita sudah sibuk dan menyibukkan diri hanya mengejar keinginan, kepentingan,dan lupa melihat kebelakang , lupa membawa petunjuk yang kita bawa kemana – mana , tidak mau mengerti dan memahamai, mengetrapkannya. Bahkan egois, tidak menyadari bahwa tubuh ini adalah alat, alat bagi Sang Pangeran ( Atman ) yang mempunyai tujuan menuju kesempurnaan.
Mari kita melihat diri kita sendiri , kenyataann itu ada adanya, bukan simbul, bukan isapan jempol, ajaran Catur Warna ada dalam tubuh ( alam ) kita.Seperti dikatakan diatas tubuh adalah alat , kita harus memahami alat ini ( tubuh ini ),dan dapat mengetrapkan dengan benar .Mulut, tangan , perut dan kaki yang merupakan simbul dari Brahmana, Ksatrya, Waisya dan Sudra, yang merupakan satu kesatuan yang utuh, melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai skilnya masing – masing dengan ketulusannya, saling melayani dan melengkapi untuk
Mari kita melihat diri kita sendiri , kenyataann itu ada adanya, bukan simbul, bukan isapan jempol, ajaran Catur Warna ada dalam tubuh ( alam ) kita.Seperti dikatakan diatas tubuh adalah alat , kita harus memahami alat ini ( tubuh ini ),dan dapat mengetrapkan dengan benar .Mulut, tangan , perut dan kaki yang merupakan simbul dari Brahmana, Ksatrya, Waisya dan Sudra, yang merupakan satu kesatuan yang utuh, melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai skilnya masing – masing dengan ketulusannya, saling melayani dan melengkapi untuk
Mewjudkan kesempurnaan .
Tidak ada yang paling tinggi atau yang paling rendah , atau .... atau...., semuanya dengan niat satu sebagai pelayan/ sebagai alat, tidak ada yang punya niat meboikot/menghabat.
Salah satu contoh “TANGAN “Mari kita lihat tangan kita, pernahkah tatkala sendiri kita mawas diri / bertanya bagaimana sifatnya tangan ?Keteladan telah dibuktikan oleh tangan ,yang kiri memakai cincin yang kanan tidak pernah punya rasa iri, kalau yang kiri lagi mengangkat beban berat otomatis... ingat otomatis tanpa diperintah yang kanan membantunya, begitu pula tatkala Mulut menginginkan sesuatu (makanan )dia ambilkan tanpa meboikot atau menguranginya , meskipun makanan tersebut ditempat yang sulit dijangkau atau dalam keadaan kotor, dia (tangan )dengan setia membersihkannya dan disampaikan ke mulut. Apa yang didapat oleh tangan, coba bayangkan ....., dia tidak mendapat apa – apa , dia dengan tulus tanpa pamrih, itulah sifat Kesatrya. Sifat Ksatrya orang Hindu yang harus ditrapkan dalam kehidupan sehari – hari .
Bagaimana dengan “ PERUT “
PERUT , orang jawa bilang weteng/waduk ,secara makro simbul lautan atau kalau dibilang dimasyarakat bisa merupakan simbul Organisasi (wadah) misalnya Parisda dsb. Bagaimana sifatnya laut atau perhatikan perut kita , apa yang telah masuk , berbagai macam bentuk makanan, rupa dan warna, atau tadi dibilang Organisasi , berbagai macam latar belakang( budayanya, suku dll ) yang diorganisir / ditampung (diwadahi = istilah bhs.jawa). Perut tidak pernah mengkomplin apa yang dia masukkan , semuanya diterima dan dicerna , difilter mana yang baik dan mana yang buruk , semuanya dengan lapang dada dan penuh kesabaran.
Apalagi “ KAKI “ . Apa yang diinginkan oleh mulut , dimanakah tempatnya maka kaki akan melaksanakan perintahnya, mengantarkan sampai tujuan , ...Ingat kaki akan mengantarkan keinginan mulut sampai ketujuan , meskipun tempatnya jauh dan penuh duri – duri penghalang , dia tidak akan berhenti kalau belum sampai pada tujuan yang dinginkan mulut . Oh.... betapa mulianya engkau kaki.., padahal bila engkau sampai pada tujuan dan engkau terasa capek atau tertusuk duri , mulut hanya ngomel, engkau tetap setia melaksanakan tugas mengantar ketujuan ( sadarlah hai mulut ,tanpa kaki engkau takkan bisa meraih tujuanmu .... Ah .. jangan begitu .. !kaki tetep harus dibawah maksudnya rendah hati )
Oh........ berdiri bulu rambutku , ternyata Tuhan memberikan petunjuk dan keteladanan tidak jauh dari kita. Weda telah membuktikan keluhurannya . Tapi .... mengapa agama Hindu sekarang masih seperti ini ..?Siapa yang salah ? mengapa mencari yang salah ! Harus memulai dari diri kita sendiri .... ntuk melakukan yang terbaik..... kembali pada Weda !...Weda inilah yang harus dibudayakan dalam kehidupan sehari – hari ..!
Betapa mulianya ajaran Catur Warna bila dipahami dengan benar dan ditrapkan dalam kehidupan sehari – hari maka tidak akan ada kesenjangan , perpecahan dimana kita berada dalam segala hal aktifitas , yang ada adalah kedamaian .
Mudah – mudahan keluhuran ajaran Catur Warna( Weda ) sebagai wujud nyata ajaran agama Hindu tidak dikebiri oleh kelompok – kelompok tertentu yang hanya menuruti kepentingan sesaat, keluhuran Catur Warna ( Weda ) yang merupakan isi Agama Hidnu harus dibudayakan bukan budaya – budaya yang menyimpang dari ajaran Catur Warna ( Weda ) yang diagamakan. Catur Warna harus betul – betul mendasari segala aktifitas umat Hindu dimana berada dan kembali menjadi suritauladan seperti tatkala dulu menjadi agama pemersatu nusantara
Mudah – mudahan keluhuran ajaran Catur Warna( Weda ) sebagai wujud nyata ajaran agama Hindu tidak dikebiri oleh kelompok – kelompok tertentu yang hanya menuruti kepentingan sesaat, keluhuran Catur Warna ( Weda ) yang merupakan isi Agama Hidnu harus dibudayakan bukan budaya – budaya yang menyimpang dari ajaran Catur Warna ( Weda ) yang diagamakan. Catur Warna harus betul – betul mendasari segala aktifitas umat Hindu dimana berada dan kembali menjadi suritauladan seperti tatkala dulu menjadi agama pemersatu nusantara
OM SANTI – SANTI – SANTI OM
Ksamawamam
(Romo Yogi – Kota Kediri Jawa Timur)
Top 9 Casinos in San Jose | Mapyro
BalasHapusCasinos like Harrah's 안산 출장샵 Resort Southern California in Valley 부산광역 출장안마 Center 전라북도 출장안마 Harrah's Resort Southern California is a mecca of entertainment with a stay 세종특별자치 출장마사지 at Harrah's. 영천 출장마사지